Serial Berkah #12: Kalau Ia Berdoa Pasti Dikabulkan

Ust. Budi Ashari, Lc. Artikel, Siroh Tematik: Berkah, Uncategorized 4 Comments

Bismillah, alhamdulillah washolatu wasallam ‘ala rasulillah amma ba’ad.

Di dalam Shahih Muslim, Usair bin Jabir meriwayatkan bahwa setiap datang masyarakat rombongan Yaman, Khalifah Umar bin Khathab radiallahu anhu selalu bertanya, “Apakah di antara kalian ada yang bernama Uwais bin Amir?”

Ada apa sebenarnya dengan Uwais? Mengapa orang sehebat Umar bin Khathab bertanya tentang Uwais? Kita lihat bagaimana selanjutnya kisah ini.

Begitu Uwais datang, Umar berkata, “Apakah kamu Uwais bin Amir?”

Uwais menjawab, “Iya benar.”

Umar bertanya lagi untuk meyakinkan, “Apakah kamu berasal dari masyarakat Murat kemudian masyarakat Qaran?”

Uwais menjawab, “Iya.”

Kemudian Umar bertanya lagi, “Dulu kamu pernah punya sejarah sakit, berubah warna kulitnya kemudian sembuh tapi tersisa hanya sebesar uang dirham dan masih ada bekasnya?”

Uwais menjawab, “Ya.”

Kemudian Umar masih bertanya lagi untuk meyakinkan,Kau punya seorang ibu?”

Kemudian Uwais menjawab, “Ya.”

Barulah Umar yakin dengan semua data yang ditanyakan. Ternyata, Uwais al-Qarni ini telah disebut-sebut oleh Rasulullah ﷺ ketika beliau masih hidup.

Padahal Uwais tidak pernah bertemu dengan Rasulullah ﷺ tentang barokahnya Uwais ini. Rasulullah sampai berkata, “Akan datang kepada kalian, seseorang bernama Uwais ibn Amir bersama rombongan masyarakat Yaman. Dia berasal dari Murat kemudian dari Qaran. Dia pernah sakit kemudian berubah warna kulitnya, dan ketika sembuh yang tersisa hanya sebesar dirham. Dia punya seorang ibu, betapa baktinya Ia kepada ibunya.

Ternyata semua yang ditanyakan Umar, itulah kalimat Nabi. Umar ingin memperjelas data ini, benarkah data ini? Kalau memang benar, maka benarlah ia Uwais ibn Amir.

Apa istimewanya Uwais?

Rasul ﷺ melanjutkan, “Kalau ia bersumpah Demi Allah, Allah akan penuhi  permintaannya.” Subhanallah. Ada orang yang kalau dia berdo’a dan bermunajat, pasti Allah kabulkan. Selanjutnya Nabi ﷺ mengatakan, “Kalau ada di antara kalian yang bisa mendapatkan do’a ampunan dari Uwais, maka mintalah.”

Maka Umar bin Khattab bertanya tentang Uwais itu untuk meminta do’a ampunan ini, karena pasti dikabulkan. Semua permintaan Uwais pasti dikabulkan oleh Allah subhana wa ta’ala. Maka Umar berkata, “Mohonkan ampun untuk saya.” Maka Uwais pun memohonkan ampun. Dan begitulah Uwais al-Qorni.

Kemudian, bahkan di tahun berikutnya ketika ada rombongan Yaman lagi, Umar masih bertanya, “Uwais ada tidak bersama kalian?”

Ternyata dijawab, “Uwais tidak punya bekal sehingga dia tidak ikut bersama kami.”

Dan kemudian orang itu bertanya, “Mengapa kamu bertanya tentang Uwais?”

Kemudian Umar menyampaikan hadist Nabi tentang Uwais tadi. Begitu orang itu pulang, orang  itu meminta agar dido’akan, dimohonkan ampun oleh Uwais.

Uwais berkata, “Kamu yang baru pulang dari perjalanan mulia yaitu perjalanan haji, maka kamu yang mendo’akan saya.”

Orang yang baru pulang haji berkata, “Tidak, kaulah yang mendo’akan aku. Do’akan aku.”

Kemudian akhirnya Uwais bertanya, “Pasti kamu bertemu Umar?”

Dia berkata, “Iya.”

Maka kemudian Uwais mendo’akannya. Subhanallah, ini orang yang mahal. Perlu kita catat dan digaris tebal ini bahwa ini orang yang mahal untuk zaman seperti ini. Ketika nyaris rasanya sulit mencari orang yang do’anya langsung didengar Allah subhana wa ta’ala karena terlalu banyak memasukkan barang yang haram. Maka kalau hari ini ada yang do’anya langsung didengar oleh Allah subhana wa ta’ala, betapa mahalnya orang itu. Dan ternyata salah satu cara untuk menjadi orang barokah seperti Uwais, sehingga do’anya selalu didengar oleh Allah subhana wa ta’ala adalah kalimat Rasul: Bahwa Uwais mempunyai ibu dan betapa baktinya ia kepada ibunya. Berbaktilah kepada kedua orangtua agar hidup kita diberkahi oleh Allah subhana wa ta’ala, sehingga setiap kita meminta, Allah pasti akan mengabulkannya.

Semoga Allah subhana wa ta’ala memberkahi kita semua.

Wallahu ta’ala ‘alam bishowab.

Artikel ini merupakan transkripsi dari podcast audio Serial Berkah bersama Ust. Budi Ashari, Lc. Versi audio bisa didapatkan langsung di HP/gadget anda dengan bergabung ke Channel Telegram Siroh Nabawiyyah (@sirohnabawiyyah).

Comments 4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *