Serial Berkah #6: Ya Allah, Berkahi Mud dan Sho’nya

Ust. Budi Ashari, Lc. Artikel, Siroh Tematik: Berkah Leave a Comment

Bismillah, alhamdulillah washolatu wasallam ‘ala rasulillah amma  ba’ad.

Menurut riwayat sahabat mulia, Abu Hurairah radhiallahu anhu sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dalam shahihnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda “Tho’amul isnain kafit tsalasa wa tho’amun tsalasa kafila arba’a,” (Makanan dua orang cukup untuk bertiga, makanan tiga orang cukup untuk berempat). Artinya bertambah satu. Nabi menyampaikan bahwasanya makanan yang sebenarnya hanya cukup untuk berdua ternyata bisa untuk bertiga, dan makanan bertiga ternyata cukup untuk berempat.

Yang lebih besar hitungannya dari itu adalah apa yang disampaikan oleh sahabat mulia Jabir bin ‘Abdillah radhiallahu anhu. Beliau berkata, saya pernah mendengar Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya), “Tho’amul wahid yakfilistnain wa tho’amul istnain yakfil arba’a wa tho’amul arba’a yakfil tsamaniyya.” (Makanan satu orang cukup untuk berdua makanan, berdua cukup untuk berempat, dan makanan untuk empat orang cukup untuk berdelapan). Artinya dua kali lipat!

Ini disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyampaikan betapa berkahnya makanan di kota Madinah. Tentu kita harus belajar, walaupun hadist ini memang untuk Maadinah, tapi kita pun bisa mendapatkan keberkahannya.

Apa rahasianya? Mengapa makanan yang hanya sedikit cukup untuk banyak orang?

Rahasianya adalah apa yang disampaikan oleh Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu anha. Beliau menyampaikan tentang apa yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika pertama kali masuk ke Madinah. Saat itu Madinah punya masalah dengan kesehatan kota dan perekonomiannya. Maka Nabi berdoa sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam shahihnya, “Ya Allah berikan pada kami kecintaan pada Madinah ini, sebagaimana kami mencintai Makkah atau lebih dari itu. Ya Allah perbaikilah kota ini. Ya Allah berkahilah bagi kami mud dan sho’nya, dan pindahkan demamnya ke Zhuhfah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata dalam doa ini, “Ya Allah, berkahilah untuk kami mud dan sho’nya.”

Mud dan sho’ adalah ukuran timbangan untuk menimbang makanan sebagimana kita hari ini menyebutnya dengan gram, kilogram. Dahulu disebutnya antara mud dan sho’, maka Nabi meminta agar timbangan makanan pun juga diberkahi sehingga makanan yang ditimbang lebih berkah.  Bahkan lebih jelas lagi apa yang disampaikan sahabat mulia, Anas bin Malik radhiallahu anhu, dalam Shahih Bukhori dan Shahih Muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa dengan sangat jelas, “Ya Allah, jadikanlah di Madinah ini dua kali lipat keberkahan yang ada di Makkah.” Jelas Nabi meminta dua kali lipat untuk keberkahan kota Madinah dari Makkah.

Karena itulah, kita perlu belajar bahwa berdoalah untuk mengawali sesuatu. Doa untuk mengawali kita tinggal di sebuah kota atau sebuah tempat, juga doa untuk pemimpin yang baru saja mendapat tampuk kepemimpinan kota, umpamanya. Tidakkah kita mau berdoa meminta keberkahan pada Allah subhana wa ta’ala? Agar kelak berapa pun yang kita miliki mencukupi untuk berapa pun jumlah yang ada. Semoga Allah subhana wa ta’ala memberkahi kita semuanya.

Wallahu a’lam bi showwab.

Artikel ini merupakan transkripsi dari podcast audio Serial Berkah bersama Ust. Budi Ashari, Lc. Versi audio bisa didapatkan langsung di HP/gadget anda dengan bergabung ke Channel Telegram Siroh Nabawiyyah (@sirohnabawiyyah).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *